jump to navigation

Tulisan Ku….

Hidup ini pilhan

Hidup ini pilihan yang harus di pilih bukan di kira atau di prediksi tapi semua itu tak salah karena itu semua benar menurut keyakinan masing-masing.

kereta api, mobil berjalan dihadapkan pada sebuah jalan namun kita yakin dan sudah tau kemana kita akan mudah tentukan sebuah alur hidup kita, tapi hidup ini misteri yang sulit di terjemahkan oleh semua orang kecuali yang menciptakan kita sendiri….

ada yang bilang bila kita terkena bencana itu takdir ada juga yang bilang nasib… jika terjemaahkan takdir atau nasib itu sebuah akhir tujuan ataukah sebuah alur kehidupan yang merupakan pilihan…

Yang pasti kitalah yang tentukan apa itu, yang pasti jangan takut hidup karena jika pikir hidup ini anugerah yang tertinggi bagi yang merasakan hidup ini, aku merasakan itu walau banyak kekecewaan dan derita tapi nikmati dan jalani saja n jangan lari…

My fiiling ……, My Heart…

Tuhan berikan aku keberanian untuk mengatakan sesuatu yang benar dan yg salah, karna ketakutanku semakin kuat dan menyatu dalam darahku………….. baik pada yg lebih tinggi maupun yg lebih rendah….

aku ingin menyombongkan diriku dihadapan leluhur, saudara2 dan kalian semua, agar aku bangga pada pencapaian ku walau yg ku dapat sebutir pasir, tapi aku akan berusaha sebutir pasir menjadi gundukan pasir sebesar dan lebih luas dari pegunungan himalaya… karna yang ku capai adalah hasil kerja keras diriku dan semangat dari mereka….. walau kadang sakit kurasa tapi biarlah itu semua jadi obat semangat ku pada hidup yang ku cintai ini….

jiwaku bergemuruh keras,  berdetak kencang, namun itu semua hanya lukisan hati yang tak berarti apa karna di belenggu dimensi waktu….. walau kadang petir menggelegar kencang menyabar diriku dan menghancurkan batinku…….

dimensi pikiranku kadang tertutup dimensi hampa yang membelenggu kuat dan mendarah daging, walau aku berusaha keluar dari ini semua…… dimensi pikiranku beradu pada dimensi nyata dan dimensi hampa yg kadang saling bertolak belakang dan juga kadang saling melengkapi.  Dimensi pikiranku ingin di sentuhkan dengan semua dimensi dan semua mahluk, walau kadang aku di anggap gila dan menyalahi aturan baku…….

impianku sederhana pada hidup yang nyata, bukan terbang, bukan kekuatan, bukan kekuasaan, bukan juga harta…. impianku menjadi manusia dengan seutuhnya manusia yang bisa bernafas, bernyawa, bernyanyi, makan, tidur, bekerja… berteriak dan lain….

kutuliskan catatan hidupku pada selembar kertas putih yang masih kosong, dari bangun tidur, hingga tidur kembal. dengan tinta emas yang pena bertahta intan, hingga satu saat nanti jiwa ku tersadari bertapa sombong, hina dan aniaya diriku ini pada jiwaku sendiri dan juga akan kusadari bahwa jiwa ku akan selalu bersyukur pada pencipta karna aku dijadikan manusia dg segala keterbatasan.

pilihanku bukan jiwa yg terbuai pada nafsu dunia….  pilihanku bukan pada keterikatan status yang mengikat ku pada dimensi ruang hampa walau aku tau itu akan merusak takdir dan kodratku sendiri, kadang aku siap, kadang aku takut. pilihanku pada jiwa yang menerimaku pa adanya tanpa merubah, menambah dimensi jiwaku.

jiwa ku hanya terbuat dari segumpal tanah yg diberi nyawa, yang tak memiliki apapun untuk dibanggakan pada dunia ini,

AMIN……..

Bergerak terus bergerak…….

masa lalu biar berlalu……

seindah apapun masa lalu yang kita lewati,

semua hanya kisah yang jadi cerita dan kenangan,

tangis dan semua yang ada,

berapa liter air mata dan berapa juta waktu yang bergulir

biarkan itu menjadi cerita…..

meski kita tau semua itu akan menjadi salah satu bagian dari hidup,

kita yang tak dapat dipisahkan satu saama lain,

kadang itu berulang secara tidak sadar,

dan menbentuk dari sisi yang kita inginkan,

dan kita tidak akan pernah tau kenapa itu bisa terjadi,

dan terjadi dan terus terjadi….

adakala itu menjadi teguran buat diri kita tentang jiwa kita,

tentang sisi kita yang terlalu di banggakan,

sisi lain yang berbicara tentang kebenaran yang kadang terabaikan,

dimana itu menjadi batu sandungan yang kita tidak sadari…..

nurani yang tertutup gelap nafsu dunia,

membakar seluruh tubuh hingga ke sumsum tulang,

bebas, dan terus bergerak,

kita sadar, kita hanya pion yang terabaikan,

dari permainan dusta yang menyilaukan,

yang ujungnya hanyalah debu tak terpakai,

karna hari ini bukan hari esok dan hari kemaren,

hari ini untuk masa depan,

terus bergerak dan terus bergerak,

sadari bahwa kita butuh sebagai nafas,

sadari bahwa kita manusia lemah,

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: