jump to navigation

Ijinkan aku memuja-mu

Ijinkan aku memuja-mu

aku seorang pengembala dari kota kecil di ujung batas….
yg berharap impian menjadi nyata….
hidup dalam batas kekuasaan….dan ketakutan…
dalam cinta dan amarah……..
aku sadar aku bukan siapa-siapa,
aku sadar aku penuh dosa,
aku sadar aku miskin,
aku sadar aku hina,
aku manusia bukan iblis,
juga bukan malaikat,
aku seorang anak yg lahir dari seorang ibu,
aku seorang adik yg tumbuh bersama kaka,
aku yg hidup dg nalar dan insting,
mimpiku sederhana,
aku tidak bermimpi menjadi raja,
membangun istana megah dan luas,
dan punya istri cantik seperti bidadari,
ijinkan aku memujamu,
walau sebatas memuja dalam hanya angan,
walau hanya sebatas memandang wajahmu dari lukisan,
biar ku lukis dalam jiwa…..
jiwa ku melayang tanpa batas,
menembus batas nalar dan batas nurani,
imajinasi dan kenyataan bagai air dan minyak,
raga dan batin ku hampa dan haus…..
sadarkan aku dengan keindahanmu,
lunakkan aku dengan kelembutanmu,
jinakkan aku dengan senyumanmu,
dan bimbing aku dengan nurani mu,
aku bukan pujangga hebat yg mampu jinakkan semua hati wanita,
aku bukan perayu ulung yg mampu mengikat semua hati wanita,
aku bukan bangsawan yg mampu berikan segalanya,
aku bukan miliyuner yg mampu ajak berlibur keliling dunia….
aku hanya punya hati,
aku hanya punya jiwa,
aku hanya punya asa,
dan aku hanya punya usaha ‘tuk ujudkan anganku walau di mulai dari “0”
andai kau kumiliki,
harta aku tak berjanji,
kuberikan kebebasan,
dlm keindahan dan kebenaran,
senyuman kan ku berikan s’lalu,

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: