jump to navigation

PENGUJIAN dan PEMBENAHAN April 30, 2010

Posted by iwan in Wawasan.
Tags:
trackback

Ini bukan sebuah sindiran buat sebuah hal atau apapun. Ini sebuah catatan dari kegagalan system yang yang sejak dini harus mengalami perubahan dengan pelan dan pasti atau tidak sama sekali dan kembali memakai sistem lama dan masuk kedalam kesalahan yang sama, perubahan ini bergantung pada sistem dan user itu sendiri karena kedua saling berhubungan.

Pengujian sistem yang kita gunakan dapat kita uji sampai seberapa layak/pantas untuk dapat berjalan seoptimal mungkin, pengujian dapat dilakukan dengan beberapa cara, namun disini penulis akan membahas dengan cara yang penulis perkirakan ini hal yang sederhana namun sangat beresiko, namun efektif dan dapat di lihat hasilnya dengan segera.

Sebuah sistem pastilah memiliki kelebihan dan kekurangan, namun disini sistem yang kita ujikan yaitu dengan mengetahui seberapa beban yang sanggup di kerjakan/dijalankan, dengan kata lain tiap sistem memiliki ketahanan yang berbeda-beda tergantung pada apa yang ditanamkan atau diberikan pada sistem itu dan disediakan pada user tersebut.

Pengujian dengan pembebanan terberat ini sebenarnya tidak lazim karena efek yang di timbulkan masalah besar dan mungkin akan sulit ditangani/diatasi, tapi cara ini mampu atau dapat dijadikan patokan bahwa sistem kita berjalan optimal sesuai harapan kita atau tidak atau tidak, dengan kata lain sistem kita masih bisa dipertahankan atau harus diganti dengan sistem baru.

Catatan dalam hal ini adalah mengganti sistem baru tanpa melihat sistem lama hanya akan menimbulkan masalah baru dan juga dengan sistem baru kita harus belajar unuk bisa melihat sistem ini mampu bertahan atau layak seperti keinganan pada sistem kita.

Memcari batas kemampuan sistem memang sulit jika dilakukan dengan prosedur yang yang benar karena itu sama saja kita menjalankan sistem dengan cara yang benar, dan hasil yang didapat untuk dapat melihat kekurangan sistem kita akan membutuhkan banyak waktu.

Satu hal dalam pengujian sistem adalah kesiapan mental kita pada hal-hal yang akan terjadi pada kejadian terburuk sekalipun.

Pengujian dilakukan dengan melihat, mendengar dan menjalankan sistem yang ada dengan aturan yang ada atau dengan cara yang berbeda.

Pengujian haruslah mengambil dari semua lini sampai hal terkecil sekalipun, misal data-data yang ada dicocokan dan diteliti dan dilihat sample/contoh (output data yang diberikan) yang ada dan bisa diambl secara acak. Atau dengan perlahan agar sistem kita mau menunjukkan kekurangan sistem dan mengeluarkan masalah yang ada. Tentu saja dengan kepekaan dan ketelitian kita untuk dapat menangkap hal itu.

Pengujian bisa dilakukan dengan dua cara untuk dapat menghasilkan hasil/outoput yang maksimal, yaitu dengan cara secara langsung (benar dengan prosedur baku pengujian dengan sistem pengujia baku) atau dengan cara tidak langsung, tapi semua ini memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Hasil pengujian ini bisa dikatakan hasil yang berjalan sekarang atau hasil sementara (hanya saat diuji saja), namun kedua nya adalah sama dan benar karena kedua dapat dipertanggung jawabkan.

Setelah langkah pengujian berjalan data yang dibutuhkan kita dapatkan, maka selanjutnya adalah langkah pembenahan, pembenahan ini bergantung pada data yang diterima. Apakah sistem ini masih layak atau tidak laya dipakai, namun saran penulis lebih baik memakai yang lama jika masih mungkin tinggal pembenahan dan peningkatan mutu dan kualitas yang ada.

Pembenahan haruslah bermula dari dasar atau bagian terrendah dari sebuah sistem. Yaitu dengan penguatan sistem yang ada. Sehingga sistem kita dapat berjalan optimal.

Pembenahan selanjutnya pada hal dan temuan/masalah yang ada, misal saja, sekelompok orang bekerja untuk sebuah komunitas namun sistem lama mereka memdapatkan hasil yang tidak sesuai dengan kerja mereka padahal mereka sudah bekerja dengan baik, dalam hal ini sebelum kita memaksakan pendapat kita sistem lama harus dijalankan setidaknya kita berpikir apakah kita sanggup bekerja seperti mereka. Dengan hasil yang kurang optimal.

Pembenahan selanjutnya dengan memberikan bantuan arahan dengan meberikan contoh untuk satu kasus pertama tentu saja yang berhubungan dengan sistem yang ada, dengan kerja sama yang saling menguntungkan satu sama lain.

Memang tidak mudah mendapatkan hubungan kerjasama ini, karena diperlukan hubungan atau relasi yang luas agar dapat membuka mata pola lama yang hanya mengandalkan hasil yang sama. Juga dalam hal ini melakukan ini semua, butuh kesabaran dan ketekunan yang besar untuk dapat menjalankan.

Tapi sebelum dilakukan pembenahan yang dasar hendaknya pastikan apakah kita sudah yakin bahwa hal ini/sistem dapat menjalankan pembenahan yang akan dilakukan dan mampu bekerja seoptimal mungkin, karena semua proses diatas dibutuhkan kerjasama yang besar maka diperlukan untuk saling mengisi kekurangan di semua, baik di sistem itu sendiri maupun di user itu sendiri tentu saja dengan segala konsekkuensi yang ada.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: