jump to navigation

hidupku April 18, 2010

Posted by iwan in Wawasan.
trackback

tak terbesit dipikirku untuk membenci dan melupakan walau sudah kucoba melupakan, namun entah itu tetap saja ada…… aku tak bisa untuk keluar dari masalah ini, meski pun mereka tidak sadar melibatkan ku.

aku sadar pada situasi yang bakal menjadi masalah kedepan sejak awal, namun itu resiko yang harus diambil meski harus di benci,dan dimaki.

kadang terbesit oleh ku ini tidak adil buatku dan buat semua, kenapa ini terjadi dan harus aku yang tau akan hal yang aku benci sejak awal, karna semua berada pada luar batas normal pikiran manusia.

tuhan mungkin ini salahku dari awal, kenapa tak kubiarkan saja mereka lakukan sesuka mereka, dengan kepuasan yang hanya sesaat dan kasat mata saja juga sebatas ujung waktu sesaat. dan kenapa aku tidak ikuti saja hal yang menjadi kebiasaan mereka agar ini tidak terjadi.

nasi sudah jadi bubur, di benci pun tak masalah setidaknya aku bisa melepaskan hal yang selama ini jadi beban pikiran dan tak seorangpun tau dan percaya akan hal ini. meski pernah aku berbicara dan benar terjadi,  tapi itu mungkin hanya sebuah ilusi ku yang sengaja ku buat saja agar aku tenar dan bisa dekat.

tak pernah terpintas ingin melukai sapapun, walaupun sebenarnya aku hanya ingin menolong mereka, namun itu menjadi masalah di saat kita berpikir cara yang dilakukan kita bertolak belakang dengan semua kodrat yang ada, meski aku tau aku hanya lah bahan yang akan di tertawakan oleh semua orang karna dianggap gila dan tidak wajar, tapi mungkin itu caraku untuk menolong seseorang keluar dari satu masalah yang akan membuat mereka terus masuk dan terus masuk dalam jurang yang semakin dalam dan semakin melupakan akal sehat.

ketidak siapan mereka akan dunia adalah wajar dan aku pun tidak bisa pungkiri ini, bahwa aku pun butuh itu, namun yang tidak aku suka adalah cara yang mereka lakukan, diluar kaidah manusia, dan mereka akan melupakan pada siapa sebenarnya kita ini dan harus berbuat apa.

mungkin ini adalah awal dari babak panjang yang akan mereka hadapi, tapi sejujurnya aku takut akan yang aku lakukan, akan kesiapan mereka pada apa yang akan mereka hadapi, karna bukan lagi seperti dulu, karna mereka sekarang harus berada sejajar dan kadang harus lebih dari kebiasaan mereka dulu.

memang ini sebenarnya adalah masalah yang di timbulkan mereka sendiri yang mereka tumpuk terus menerus. dan sekaranglah puncak dari masalah yang mereka tumpuk.

tuhan kadang aku ingin melupakan mereka selamanya. namun kenapa aku tidak bisa,

tuhan andai aku bisa kembalikan seperti semula, membiarkan mereka puaskan dengan ambisi mereka hingga mereka puas, akan aku lakukan sekarang juga.

tuhan aku bingung akan hal ini, aku ingin menolong namun, terasa alam tak pernah boleh aku menolong mereka.

tuhan tak apalah aku dibenci dan dijadikan bahan tertawa-an buat mereka, namun ijinkan aku, tetap melihat senyum mereka walau perih terasa, tapi tak apalah…. karna senyum itulah yang membuat ku akan selalu hidup dan akan terus berusaha hingga akhir hayatku.

aku tak inginkan kekayaan,  pangkat, kecantikan atau semua, yang aku minta hanyalah senyum dari mereka walau mereka berikan dusta senyum untuk-ku atau pun tidak akan pernah.

aku kan terima itu dengan senang hati.

ya allah maaf-kan aku, dan semoga aku diberikan ketabahan dan kekuatan dalam hal ini juga kesabaran.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: